Seperti apa rasanya bekerja sebagai moderator konten di sosial media?

Juni 04, 2019

Saya pernah mengerjakan moderasi konten sebagai bagian dari pekerjaan dalam karir dan sampai saat ini pun saya masih mengerjakan moderasi konten tetapi bukan dalam konteks bekerja untuk karir. Dan juga saya memiliki teman yang pekerjaannya adalah moderator konten sehingga saya tau rasanya bekerja di dunia tersebut. Berikut ini saya coba bantu jawab berdasarkan pengalaman saya.

Dalam kasus saya sebagai moderator konten dulu dan saat ini dengan deskripsi pekerjaan moderasi konten yang saya lakukan adalah kurasi konten. Tentu setiap perusahaan memiliki job deskripsi yang berbeda-beda.

Pengalaman paling lama saya dalam bekerja sebagai moderator konten sosial media adalah ketika bekerja di perusahaan saya sendiri. Kebetulan setelah selesai kuliah saya dan teman saya mendirikan start-up tentang seputar informasi kampus yang ditujukan untuk mengedukasi siswa SMA agar lebih memahami seluk beluk dunia perkuliahan sebelum memutuskan untuk memilih jurusan kuliah. Kala itu kami memiliki fokus membangun kanal media sosial terlebih dahulu untuk mengumpulkan audience tertarget sehingga nantinya kami bisa mengarahkan mereka untuk mengkonsumsi website kami. Kami mengawali ide ini dengan fokus membangun kanal media sosial Line@ yang sedang hits kala itu. Kemudian barulah berkembang ke instagram dan juga website. Karena kami terdiri dari 2 orang saja. Kami bekerja siang-malam untuk menghadirkan konten yang berkualitas. Kala itu model konten yang kami sajikan dalam bentuk news aggregator. Sehingga kami tiap hari crawling banyak sekali konten di internet untuk kami unggah ulang di chanel media sosial kami dengan menyertakan sumber. Untungnya fitur line@ didukung dengan schedule post sehingga kami bisa menjadwalkan konten mingguan dan bulanan selain konten harian yang uptodate. Setiap harinya kami mentarget untuk mempublish konten tiap jam dalam jam-jam orang sering pakai media sosial yang mana itu di jam-jam pagi, siang, sore dan malam. Sehingga kami dalam sehari minimal bisa publish 12 konten. Nah 12 konten x 7 hari x 4 minggu = 336 konten tiap bulan lho ini minimal. Kebayang gak usaha kami tiap saat harus crawling konten di berbagai situs agar punya konten untuk di publish dan itu tidak mudah untuk mendapatkan konten yang bagus, terlebih kami juga membedakan jenis konten untuk line@, instagram dan website karena masing-masing punya user behaviour yang berbeda. Dan dilain sisi kami juga mengurus banyak job des yang lain karena kami perusahaan rintisan yang baru terdiri dari 2 orang. Dengan cara ini yang dilakukan secara konsisten dalam setahun kami dapat menggaet 100k++ audience. Saat ini saya sudah bukan bagian dari start-up tersebut.

Sampai saat ini saya masih memoderasi konten media sosial di suatu kanal komunitas yang saya bangun. Konten yang saya hadirkan berupa featured post. Kali ini gampang-gampang susah karena saya fokus hanya di Instagram. Konten yang disubmit dari followers harus saya check satu-persatu untuk diseleksi berdasarkan kriteria tertentu agar dapat di featured. Gampangnya followers submit konten dengan cara mencantumkan tagar tertentu atau bisa juga tag akun atau mention akun kami. Tagarnya sendiri sudah mencapai 10.9+ k belum mention atau tagnya kalo mereka tidak mencantumkan tagar. Itu artinya saya harus check 10.000 konten untuk memilih mana yang di featured. Belum saya harus memikirkan caption dan juga bikin insta stories yang menarik untuk membuat campaign-campaign agar makin banyak followers yang submit konten. Tentu saja juga membalas komentar dan menjawab DM masuk yang tidak sedikit. Kalau penasaran bisa intip ignya disini

Kemudian saya juga ingin menceritakan kasus dari pengalaman teman saya yang juga memoderasi konten di suatu platform web (oh ya yang ini bukan media sosial). Platform web ini sudah memiliki ribuan user, sehingga tiap harinya ada ratusan bahkan ribuan konten untuk check satu persatu kemudian dicheck originalitas kontennya dan barulah di approve kalo konten tersebut original dan tidak terdapat materi yang bersifat negatif. Oh ya berarti tiap bulan mungkin terdapat jutaan konten yang harus dibaca satu persatu lho. Wow!

You Might Also Like

0 comments