Yes, I am freak

Mei 20, 2019

Sebuah tulisan personal jaman lulus SMA dari blog lama yang saya migrasikan ke blog ini agar blog ini tetap aktif.



Saya Itu

Orang biasa.

Tapi, saya punya impian luar biasa.

Terkadang saya melihat sesuatu itu adalah sebuah tantangan, simplenya seperti ketika saya melihat polisi tidur, belokan, naik tangga, membuang sampah. Rasanya itu wajib di lakukan se-greget mungkin. Orang kalau melihat polisi tidur itu malah pelan, kalau saya melihat polisi tidur itu malah tancap gas.

Saya suka belajar. Dan belajar itu bisa apapun, bukan berarti mata kuliah saja.

Saya suka beolahraga, prestasi saya di bidang olahraga di tingkat sekolah, nomor satu = lari 2,4km dan 4km, jalan cepat 400m dan 600m dan sekali di tingkat karisedenan yaitu juara 1 bola basket.

Di bidang seni prestasi saya adalah di balik layar, salah satu tokoh di balik kesuksesan teman-teman SMA, sebagai juara 1 dalam tim pembuat kostum karnaval pawai budaya.

Saya sangat suka petualangan makanya saya pilih jurusan biologi, saya bisa disain, main gitar, teater, teatrikal, baca puisi, dan sebagainya. Semua saya peroleh ketika SMA. Oh iya kakak saya adalah sosok yang mengenalkan saya banyak hal.

Impian saya di biologi itu bisa bikin video seperti discovery chanel, national geography, melakukan ekspedisi ke amazon, madagaskar, greendland, kutub, menyelam, menjadi ilmuwan di kancah internasional, punya unta.

Saya bercita-cita menjadi pengusaha, dimana kelak setelah lulus kuliah target saya adalah sudah tidak perlu bekerja lagi. Karir saya di dunia kerja sudah lumayan banyak. Mulai dari tukang parkir, jualan pulsa, jualan es krim kulit pisang, jualan tas laptop, MLM, dropship sariroti, dropship wallsticker, dropship baju distro, preorder kaos, mengelola franchise, mengelola laundry, dan lain lain.

Saya suka traveling (low cost travel), mendaki, dan olahraga ekstrim yang belum saya coba. Saya pernah travel ke pulau Sempu, Malang, mendaki gunung Sindoro, Jawa Tengah, dan masih ada beberapa pengalaman yang belum bisa saya sebutkan detailnya, memang belum banyak karena saya baru saja memulai petualangan saya.

Pengalaman organisasi juga punya, terpilih menjadi osis selama 2 periode, dewan ambalan pramuka, wakil ketua komunitas independent, mentari basketball club. Wah ceritanya banyak.

Kalau bicara riwayat sekolah saya awal sekolah sering pindah, mulai dari TK Dharma Wanita pindah ke TK Gadjah Bolong gara-gara tiap hari menyanyi terus, dari TK Gadjah Bolong pindah ke SDN Baureno 1, kemudian pindah ke SDN Mojo III Surabaya lalu ke SDN Kepatihan Bojonegoro. Saya pindah dengan berbagai macam alasan tentunya. Jadi saya TK pindah dua kali, SD pindah tiga kali, SMP belum pindah, SMA belum pindah, Kuliah juga belum.

Sejak bayi saya sangat mandiri, karena ketika bayi kedua orang tua saya bekerja dari jam 7 pagi sampai 4 sore, sehingga saya tumbuh bersama dengan keluarga tetangga dan mungkin belasan pengasuh bayi gara-gara sering di ganti. Ketika saya balita saya sering di tinggal ke luar kota, entah 3 hari, seminggu, 2 minggu sampai 1 bulan untuk berbisnis, ketika kelas 4 sd saya tinggal dengan nenek di Surabaya karena ketika kelas 3 sd kita pindah ke Surabaya tetapi tahun depannya pindah lagi dan tanpa saya, ketika SMA saya sekolah di wilayah yang berbeda dengan tempat tinggal orangtua tetapi tetap sekota sehingga saya harus tinggal di asrama, kos, kontrak rumah sendiri dan saat ini kuliah, saya merantau 90 km dari Bojonegoro di Surabaya.

Saya Lahir di Boyolali, 13 November 1994. Legendanya, saya adalah bayi paling besar dan bewarna merah di Rumah Sakit saat itu, gara-gara ibu saya suka makan semangka. Nah otomatis tempat tinggal saya pertama kali adalah Boyolali, Jawa Tengah. Sebenarnya saya memanggil ibu saya adalah mamah. Tinggal di Boyolali kira-kira sampai berumur 4 tahun. Di sini mungkin rekor pertama saya terukir. Karena menurut cerita saya sudah bisa berjalan ketika belum waktunya dan belum bisa bicara ketika sudah waktunya. Kemudian pindah ke Baureno, Bojonegoro, Jawa Timur untuk memenuhi penugasan pindah kerja ayah saya. Di Baureno mungkin di sini tempat saya membuat rekor kedua saya. Yaitu, bisa fasih matematika TK, membaca dan menulis sebelum sekolah TK. Selama di Bojonegoro saya pernah tinggal di Jakarta selama 30-40 hari. Sampai kelas 3 SD kemudian saya urabanisasi ke Surabaya. Melakukan banyak hal yang benar-benar baru yaitu tinggal di kota besar. Selama di Surabaya saya juga sering tinggal di bukan Surabaya yaitu Sidoarjo. Setelah 2 tahun kembali lagi ke Bojonegoro untuk menetap. Itu bagi keluarga saya. Karena saya tidak ingin tinggal di Bojonegoro. Seiring berjalanya waktu dan berjalannya tinggal di Bojonegoro, saya akhirnya memutuskan tinggal di Jogjakarta dengan total akumulasi waktu tinggal adalah 5 bulan lebih. Masa pendaftaran kuliah, saya di terima di Universitas Gajah Mada dan Intitut Sepuluh Nopember. Kemudian saya putuskan secara agak gambling untuk kuliah di Intitut Sepuluh Nopember. Sehingga saya sekarang tinggal lagi di kota pahlawan Surabaya.

Ketika masa pendaftaran kuliah saya di bingungkan dengan masalah tinggi badan. Di Rumah Sakit, tinggi saya 163cm, di Akademi Meteorologi dan Geofisika, tinggi saya 161cm, di klinik kesehatan PT. KAI, tinggi saya 159cm. Dan Ketika mmengukur sendiri tinggi saya 160cm. Saya sudah mengunjungi its,unair, um, uin jogja, ugm, uny, itb, ui untuk mengenal dunia kuliah.

Sebenarnya saya masih ingin menulis banyak lagi, tapi saya yakin tidak akan pernah berakhir karena semua tugas cerpen saya tidak pernah saya kumpulkan dalam kondisi selesai itulah kenapa saya ingin menulis novel. Saya adalah anak yang idealis dan berintegritas.

To Be Continued

You Might Also Like

0 comments