Mind Your Mind - Cerita Bersambung

Mei 15, 2019

https://www.edvardmunch.org/images/paintings/melancholy.jpg
Source Pict

Sebuah cerita bersambung jaman SMA saya, yang saya migrasikan kesini dari blog lama. Enjoy


“Today i found myself in so damn empty and so damn ancient condition!”

Seharian ini aku aku tidak merasakan apapun tentang “kasih”. Tidak! Tidak hanya hari ini saja tapi hari-hariku. Sial! Pemikiranku jadi semakin kuno dan primitif, selubung jiwaku terasa kosong, terasa seperti telah lama mati tapi hanya jasadkulah yang masih hidup.

“Apa mungkin inilah jalan hidupku? Aku ditakdirkan untuk tidak merasakan kasih sahabat… kasih keluarga…

Jadi mungkin ketika aku bahagia itu menandakan waktuku sudah dekat” hmmm…. entah kenapa hal ini seringkali terlintas di pikiranku…”

“Huuh . .” (Menghela nafas) Malam ini tenang sama seperti malam-malam sebelumnya. Mungkin karena tempatku duduk untuk melihat bintang ini jauh dari daerah kota. Kenapa disini banyak sekali orang melewatkan tiap tengah malam mereka untuk sekedar tidur ? Apakah mereka tidak tahu banyak suasana yang mereka lewatkan dan tidak akan pernah mereka temui pada tengah malam seperti ini. Tengah malam tu seru! Kamu pingin milih suasana apa? tenang, ramai, horor, romantis, fantasi, atau yang lain? Kamu pingin melakukan hal apa? Party? Olahraga? Ngobrol? Belajar? Atau hanya sekedar untuk membangunkan pacar dan bilang “love you so bad, sweety”. Jika kalian melakukanya di malam hari kalian akan selalu menemukan suasana unik tersendiri. Percayalah dunia malam adalah dunia paling menyenangkan selama seharian 24 jam kalian.

……………………………

“Sial!” (melempar bantal) Pagiku hilang untuk tidur. Hari minggu adalah hari malasku jika tidak ada agenda. Siang itu aku buka akun facebook dan yang kudapati di inbox adalah 1 message pacar dan 1 message pacar yang lain. Hêh! Kenapa cewek gampang banget suka sama aku atas semua hal yang aku lakukan pada mereka. Tentu aku gak akan membiarkan pasangan hidupku kelak adalah wanita yang pasaran seperti pacar-pacarku saat ini. Lantas? Tentu saja mereka merupakan permainanku belaka. Saat ini usiaku sudah hampir 23 tahun. Aku adalah orang yang idealis. Sayangnya integritasku masih rendah dan aku membenci hal itu. Banyak hal yang aku suka tapi lebih banyak hal yang aku tidak suka. Aku adalah orang yang paling bermoral di antara kawananku tapi hari-hariku adalah pribadi yang tidak taat agama. Damn! Am I bullshit?! Aku ini tidak merokok, tidak mabuk tapi aku gila wanita. Aku tidak berjudi, aku tidak mencuri tapi aku menindas yang lemah. Hal ini sama saja dengan kau adalah seonggok bangkai yang hidup tapi jiwamu telah lama mati. Huhh . . Apakah perkataanku tadi “Aku adalah orang yang paling bermoral di antara kawananku“ pantas aku ucapkan? Tentu saja! Karena aku adalah orang yang paling idealis yang pernah kau temui.

Setiap hari aku selalu melihat lingkungan antah berantah. kecuali sawah, masjid dan mungkin lubang tikus. Bagaimana dengan sekolah? Entahlah.

“Lalu siapa yang bertanggung jawab atas lingkungan-lingkungan antah berantah ini?”

Maksudku lingkungan dimana pengetahuan akan moral, agama, mendidik anak, tayangan televisi, karakter, dan sebagainya tidak pada tempatnya dan berceceran dimana-mana. Bayangkan tempo hari ketika aku sedang menghabiskan tengah malamku dengan kawanku dikota aku melihat belasan anak usia SD mabuk. Mereka mencoba mengganggu kami dengan jumlah mereka. Sungguh pilu ketika berada di sekitar mereka. Merokok, berkata kasar, kondisi tidak seimbang. Terlintas lagi di kepalaku…

“Siapa yang bertanggung jawab atas bocah-bocah ini?”

Penyimpangan yang mereka lakukan siapa yang mengajarinya? Tidak lihatkah? Mereka adalah pribadi yang polos! Mereka tidak sanggup jika harus di suruh berpikir panjang atas segalal hal yang akan mereka lakukan atau dengan kata lain bertindak dewasa. Bahkan para dewasapun juga masih kekanakan. Kalian tau? Ada ribuan kecamatan di provinsi Jawa Timur. Jika di kecamatanku saja ada 5 anak seperti mereka bagaimana jika semua kecamatan di provinsi Jawa Timur ada 5 anak seperti mereka. 5 anak dikali ribuan kecamatan di kali 34 provinsi (jumlah seluruh provinsi di Indonesia). Berarti ada 174 ribuan anak SD berperilaku menyimpang. Bagaimana dengan anak SMP dan SMA? WOW Indonesia beberapa tahun ke depan bakal jadi apa coba? Generasi muda hancur oleh para orang tua yang tidak tahu cara mendidik anak, hancur karena keadaan miskin, yang paling parah adalah hancur karena tayangan televisi yang tidak mendidik. Muak bukan!

“Muak!! Arghh rasanya Muak sekali!” Ribuan kali aku mencela “Muak!!” semua masih akan tetap sama, tidak ada yang berubah.”

Tuhan bisakah engkau mengizinkan aku untuk merubahnya? Aku sudah memikirkan beberapa rencana untuk merubahnya.

Agendaku sore ini adalah pergi ke pemotretan. Hal yang aku lakukan di sana adalah mendalami dunia fotografi karena aku menyukai objek fotonya. Objeknya? Tentu saja wanita. Karena bagiku wanita adalah sebuah petualangan yang tidak ada habisnya dan itu adalah suatu hal yang menarik. Hahaha sungguh tercela pandanganku terhadap wanita. Nah waktu yang ditunggu-tunggu telah tiba sunset akan terjadi dalam hitungan menit. Para model dan fotografer haruslah sudah standbye. Dan datanglah seorang model yang menyita perhatianku. “Wuih Melody!” teriak sebelahku.”Dasar mata ijo!” sindirku “hahaha itu kalo aku mata duitan bos! Yang bener mata keranjang bego!” sahutnya. Tak ku hiraukan, pandanganku tak bisa beralih. Aku tidak pernah menemukan senyum seindah itu. Ah mungkin ungkapanku tadi juga sedang terjadi di pikiran laki-laki lain yang sedang melihatnya. Tapi itu bukanlah wanita yang aku cari. Wanita yang aku cari adalah wanita yang bisa membuatku berpikir hal yang tidak juga sedang di pikirkan orang lain. Tapi walaupun begitu aku tetap perlu untuk lebih tahu tentangnya. Mungkin aku bisa menemukan sesuatu di dalam dirinya. Semoga saja.

“Halo! Bagaimana saya bisa menghubungi anda untuk pengambilan gambar, cantik?” tanyaku

“Saya anda? Formal banget kak? Catat ya pin bbku, C3w643” jawabnya dengan senyum

“Makasih.. aku manggilmu siapa nih?”

“Melody, kak. kalo aku?”

“Bos!” jawabku dengan senyum lebar

“hah?”

“Iya Mel panggil gitu aja. Hehehehe”

“Hahaha kakak ini lucu ya”

“Ya udah salam kenal dulu aja ya Mel”

“Oke Bos!” dia menyodorkan kepalan tangan tanda tos

“Oke!” balasku sambil melakukan tos

Dan berakhiralah agendaku hari ini.

Waktu menunjukan pukul 19.20 ini merupakan rentang waktu jam tidurku karena aku akan bangun jam 00.00, ada agenda rave party di Sutos.

Aku bangun lebih awal dari pada alarmku. Pikirku coba aja ajak Melody. Ah kebetulan sekali Melody udah di tempat party dari tadi. Bersihkan badan, berangkat. Suasana sudah panas, tapi aku baru saja memulainya. DJ memainkan lagu kesukaanku membuatku on fire. Kucari-cari tiba-tiba jaket hodyku ditarik dari belakang.

“Sebelah sini bos!” teriaknya. Musik dari DJ membuat kami harus saling teriak agar bisa saling dengar.

“Mel kebelakang dong Mel mau ngobrol!” ajakku. Aku tarik tangannya aku ajak ke belakang area penonton menuju tempat memesan minum.

“huh! capek banget udah dari tadi bos!”

“Hahaha kasian. Kamu mau pesan apa?”

“Air putih”

“Yakin gak mau minum mel?”

“Kamu bercanda ya? Aku gak minum kok!”

“Baguslah. Kamu datang sama siapa Mel?”

“Sendiri, aku baru aja putus 3 jam yang lalu makanya aku ke sini”

“Panggil Angga aja Mel”

Tersernyum “Namanya Rangga, mantanku. Sedih lagi deh!”

“Hahaha bisa aja nih!”

“Namamu hampir mirip sih!”

“Kamu kuliah di mana Mel?”

“Aku...



To Be Continued . .

You Might Also Like

0 comments