Cita Pancasila

Mei 31, 2019



https://thegorbalsla.com/wp-content/uploads/2018/12/nilai-nilai-pancasila.jpg
Source



Berikut ini adalah tulisan lama saya dari blog lama saya yang ingin saya migrasikan ke blog aktif ini. Sekaligus memperingati Hari Lahir Pancasila pada tanggal 1 Juni

Pancasila sebelum disahkan pada tanggal 18 agustus 1945 oleh PPKI, nilai – nilai nya telah ada pada bangsa Indonesia sejak zaman dahulu kala sebelum bangsa Indonesia mendirikan Negara, yang berupa nilai-nilai adat istiadat, kebudayaan serta nilai-nilai religious. Berdasarkan kenyataan tersebut maka untuk memahami Pancasila secara lengkap dan utuh diperlukan pemahaman sejarah bangsa Indonesia sendiri. Nilai essensial Pancasila yaitu Ketuhanan, kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan sebenarnya sudah dimiliki bangsa Indonesia sejak dahulu kala sebelum mendirikan Negara.
  1. Zaman Kutai
Indonesia memasuki zaman prasejarah pada tahun 400M dengan ditemukan prasasti berupa yupa . Yupa adalah tanda terimakasih raja yang dermawan. Di sini masyarakat menampilkan nilai-nilai social politik,dan ketuhanan berdasarkan bentuk kerajaan, kenduri, serta sedekah ke pada para brahmana.
  1. Zaman Sriwijaya
Negara bangsa Indonesia sejatinya terbentuk melalui 3 tahap yaitu pertama zaman kerajaan Sriwijaya, kedua zaman kerajaan majapahit ketiga Negara kebangsaan modern yaitu Negara Indonesia yang merdeka. Pada abad VII muncul suatu kerajaan di Sumatra yaitu kerajaan Sriwijaya. Pada zaman itu kerajaan Sriwijaya merupakan kerajaan yang besar dan disegani di kawasan Asia. Sistem perdagangan dan pemerintahan sudah sangat maju, tetapi dari nilai ketuhanan juga tidak kalah majunya.  Seperti universitas agama Budha yang didirikan kerajaan ini yang sangat terkenal di Negara lain di Asia pada zaman itu.
  1. Zaman Majapahit
Pada tahun 1293 berdirilah kerajaan Majapahit yang mencapai keemasannya saat kepemimpinan Hayam Wuruk dan mahapatih Gajahmada. Kekuasaan Majapahit pada masa jayanya membentang dari Malaysia sampai Irian Barat. Empu Prapanca menulis Negarakertagama yang dalam kitab tersebut telah terdapat istilah Pancasila. Empu Tantular juga mengarang buku Sutasoma dan didalamnya kita dapat menjumpai “Bhinneka Tunggal Ika”. Pada zaman itu agama Hindu dan Budha juga hidup berdampingan dengan rukun . Mahapatih Gajahmada pernah mengucapkan sumpah Palapa yang isinya adalah keinginan untuk mempersatukan seluruh Nusantara.
  1. Zaman Penjajahan
Setelah runtuhnya Majapahit maka datanglah bangsa Portugis untuk berdagang. Namun lama-kelamaan Protugis menunjukkan praktek penjajahan dalam hal ini. Pada akhi rabad XVI Belanda datang juga ke Indonesia dan membentuk serikat dagang yang dinamai V.O.C. Praktek V.O.C mulai kelihatan dengan paksaan sehingga rakyat mulai mengadakan perlawanan. Dorongan akan cinta tanah air menimbulkan semangat untuk melawan penindasan dari bangsa Belanda, namun sekali lagi karena tidak adanya kesatuan dan persatuan diantara mereka maka perlawanan tersebut senantiasa kandas dan menimbulkan banyak korban.
  1. Kebangkitan Nasional
Budi Utomo adalah awal gerakan nasional untuk mewujudkan suatu bangsa yang memiliki kehormatan akan kemerdekaan dan kekuatannya sendiri. Berikutnya muncul Indische Partij yang dipimpin oleh tiga serangkai yaitu Douwes Dekker, Cipto Mangun Kusumo, Ki Hajar Dewantara. Mulailah kini perjuangan Indonesia dititik beratkan pada kesatuan nasional dengan tujuan yang jelas yaitu Indonesia yang merdeka. Kemudian pada tanggal 28 Oktober 1928 diadakan Sumpah Pemuda yang isinya adalah satu bahasa ,satu bangsa, dan satu tanah air Indonesia.
Setelah bangsa Indonesia bernegara, mulai dibentuk dan di sepakati identitas nasional Indonesia,
  1. Bahasa nasional atau bahasa persatuan yaitu bahasa indonesia
Berawal dari rumpun bahasa Melayu yang kemudian di angkat sebagai bahasa persatuan pada 28 Oktober 1928. Dan kemudian bangsa Indonesia sepakat untuk menjadikan bahasa nasional
  1. Bendera negara yaitu Sang Merah Putih
Wana merah berarti berani dan warna putih berarti suci. Lambang merah putih sudah dikenal sejak masa kerajaan di Indonesia yang kemudian diangkat sebagai bendera negara. Di kibarkan secara merdeka pada 17 Agustus 1945 dan telah di tunjukkan pada peristiwa sumpah pemuda.
  1. Lagu Kebangsaan yaitu Indonesia Raya
Dinyanyikan pertama kali pada peristiwa sumpah pemuda yang kemudian sebagai lagu kebangsaan Indonesia
  1. Lambang negara yaitu Garuda Pancasila
Garuda adalah burung khas Indonesia yang dijadikan lambang negara
  1. Semboyan negara yaitu Bhineka Tunggal Ika
Bhineka Tunggal Ika artinya berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Kenyataan yang menunjukkan bahwa kita adalah bangsa yang heterogen karena memiliki beragam suku, bahasa, namun tetap menjadi satu bangsa yaitu bangsa Indonesia
  1. Dasar filsafah negara yaitu Pancasila
Berisi lima nilai dasar yang dijadikan sebagai dasar filsafat dan ideologi Indonesia
  1. Konstitusi negara yaitu UUD 1945
Merupakan hhukum dasar tertulis yang menduduki tingkatan tertinggi dalam tata urutan perundangan dan sebagai pedoman penyelenggaraan negara.
  1. Bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat
Bentuk negara adalah kesatuan, bentuk pemerintahan adalah republik. Bersistem politik demokrasi yang berkedaulatan rakyat
  1. Konsepsi Wawasan Nusatara
Sebagai cara pandang bangsa mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan memiliki nilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa untuk mencapai tujuan nasional
  1. Kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai kebudayaan nasional
Berbagai kebudayaan di Indonesia memiliki cita rasa tinggi,, dapat dinikmati dan diterima oleh masyarakat luas merupakan kebudayaan nasional. Yang pada dasarnya merupakan puncak-puncak dari kebudayaan daerah.
Secara sederhana dituangkan dalam Pancasila. Pancasila merupakan bukan sebuah ide tetapi rancangan. Sebelum adanya Pancasila semua nilai-nilai yang ada di dalam Pancasila sudah ada pada diri bangsa Indonesia. Sehingga Pancasila sudah diterima oleh masyarakat sebagai sarana pemersatu, artinya sebagai suatu kesepakatan bersama bahwa nilai-nilai yang terkandung didalamnya disetujui sebagai milik bersama. Pancasila menjadi semacam social ethics dalam masyarakat heterogen.
Pancasila tidak dapat digunakan langsung secara langsung dalam mempersatukan masyarakat dan mencegah berbagai konflik. Tetapi prosedur penyelesaian konflik yang di buat bersama, baik meliputi lembaga maupun aturan yang diharapkan mampu menyelesaikan berbagai konflik yang terjadi dimasyarakat. Sehingga pada intinya Pancasila sebagai acuan normatif bersama dalam pembuatan prosedur dan aturan penyelesaian konflik.
Pancasila perlu adanya perwujudan yang konkret jika tidak Pancasila hanya sebagai slogan belaka. Pancasila perlu operasional aplikatif, dalam ketetapan MPR No XVIII/MPR/1998 dinyatakan bahwa Pancasila perlu diamalkan dalam bentuk pelaksanaan yang konsisten dalam kehidupan bangsa.
Sebagai suatu cita-cita, nilai-nilai Pancasila diambil dimensi idealismenya. Sebagai nilai-nilai ideal, penyelenggara negara dikehendaki berupaya menjadikan kehidupan bangsa Indonesia semakin mendekati nilai-nilai ideal tersebut bukan sebaliknya yang semakin menjauh seperti saat ini.

You Might Also Like

0 comments